Advertorial

BPBD Bontang Dukung Gerakan GESIT, Ajak Warga Cegah Potensi Banjir Sejak Dini

 

Titikarah.com, Bontang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang terus mendorong upaya pencegahan banjir melalui keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Salah satunya dengan mendukung Program GESIT (Gerakan Sampahku Itu Tanggung Jawabku) yang kali ini dilaksanakan di lingkungan RT 27, Kelurahan Tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan, Jumat (6/11/2026).

Dalam kegiatan tersebut, BPBD Bontang turut ambil bagian dalam aksi bersih-bersih lingkungan bersama unsur terkait dan masyarakat setempat.

Kepala Pelaksana BPBD Bontang, Usman, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Ismail Abdullah, mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari langkah pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

Menurutnya, kebersihan lingkungan memiliki kaitan erat dengan upaya mengurangi risiko banjir, terutama ketika curah hujan tinggi dan terjadi banjir rob.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong kesadaran masyarakat bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan salah satu bentuk pencegahan bencana. Penanganan bencana tidak hanya dilakukan ketika kejadian sudah berlangsung, tetapi juga harus dimulai dari langkah antisipasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, memasuki periode dengan potensi hujan lebat pada bulan mendatang, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan genangan maupun banjir.

Terlebih, kondisi tersebut juga perlu diantisipasi bersamaan dengan potensi banjir rob yang dapat memengaruhi sejumlah kawasan di Bontang.

Karena itu, BPBD mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke saluran drainase yang dapat menghambat aliran air. Saluran air dan lingkungan sekitar juga perlu rutin dibersihkan agar tidak menjadi pemicu genangan.

Ismail berharap kegiatan GESIT tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi dapat membangun kebiasaan warga untuk menjaga kebersihan secara berkelanjutan.

“Kami mengimbau masyarakat agar membiasakan kegiatan bersih-bersih seperti ini. Jangan menunggu terjadi banjir baru melakukan pembersihan. Kepedulian bersama terhadap lingkungan merupakan bagian penting dari kesiapsiagaan bencana,” pungkasnya.(Ra)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button