DKP3 Bontang Dorong Ketahanan Pangan Lewat Program Gempar Dah di Rumah Ibadah

Titikarah.co,BONTANG – Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang terus mendorong penguatan ketahanan pangan masyarakat melalui program Gerakan Menanam Pekarangan Rumah Ibadah (Gempar Dah).
Sekretaris DKP3 Bontang, Debora, mengatakan bahwa salah satu implementasi program tersebut terlihat dalam kegiatan penilaian pemanfaatan pekarangan gereja yang dilaksanakan oleh PW Gereja Toraja Klasis Kutai Kaltim.
Menurutnya, kegiatan itu menjadi bentuk nyata keterlibatan rumah ibadah dalam mendukung program ketahanan pangan berbasis masyarakat.
“PW Gereja Toraja Klasis Kutai Kaltim melaksanakan program lomba pemanfaatan pekarangan gereja untuk menanam berbagai tanaman sayuran seperti cabai, terong, tomat, kangkung, bayam, hingga tanaman toga seperti serai, laos, dan jahe,” ujar Debora.
Ia menjelaskan, program tersebut sejalan dengan program unggulan DKP3 Bontang bertajuk Bessai Berinta yang memiliki tiga segmen pengembangan.
Ketiga segmen itu meliputi Gembira Pak RT atau Gerakan Menanam Cabai di Pekarangan Rumah Tangga, Smart Tani Go To School, dan Gempar Dah atau Gerakan Menanam Pekarangan Rumah Ibadah.
Debora menuturkan, pemanfaatan lahan pekarangan rumah ibadah menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kemandirian pangan.
Selain memanfaatkan lahan kosong agar lebih produktif, kegiatan tersebut juga dinilai mampu mempererat kebersamaan antarumat melalui aktivitas bercocok tanam bersama.
“Kegiatan pemanfaatan pekarangan gereja ini merupakan bagian dari program Gempar Dah,” katanya.
Ia berharap program serupa dapat berkembang dan diterapkan di seluruh rumah ibadah yang ada di Kota Bontang, tidak hanya di lingkungan gereja.
Dengan begitu, rumah ibadah dapat menjadi pusat edukasi sekaligus penggerak ketahanan pangan di lingkungan masyarakat sekitar.
“Tujuannya meningkatkan ketahanan pangan umat dengan menanam berbagai komoditas tanaman yang bermanfaat secara ekonomis. Jadi bukan hanya untuk konsumsi, tetapi juga bisa dijual,” pungkasnya.




