
Titikarah.com, Bontang – Gelaran Pesta Laut di kawasan Bontang Kuala resmi dibuka Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang pada Rabu (17/12/2025). Agenda tahunan ini tidak hanya menjadi perayaan budaya pesisir, tetapi juga dimanfaatkan sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan penguatan sektor pariwisata lokal.
Kegiatan yang dihadiri unsur forkopimda serta tokoh masyarakat tersebut berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari warga. Beragam atraksi budaya dan partisipasi masyarakat pesisir menjadi daya tarik utama dalam pesta laut yang rutin digelar setiap tahun itu.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyampaikan bahwa pesta laut memiliki nilai strategis dalam menggerakkan roda perekonomian, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah pesisir.
“Melalui kegiatan seperti ini, UMKM mendapatkan ruang untuk berkembang. Dampaknya tidak hanya pada ekonomi, tetapi juga pada promosi pariwisata Bontang secara lebih luas,” ujarnya.
Neni menuturkan, Bontang Kuala sebagai kawasan pesisir tertua di Kota Bontang memiliki kekayaan budaya yang kuat dan menjadi salah satu ikon wisata. Dengan dukungan sarana dan prasarana yang terus dibangun pemerintah, potensi tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.
Selain dampak ekonomi, ia juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan laut sebagai penopang utama kehidupan masyarakat pesisir. Menurutnya, praktik penangkapan ikan yang merusak seperti penggunaan bom harus dihindari karena dapat merusak ekosistem laut.
“Kalau terumbu karang rusak, ikan akan menjauh ke tengah laut. Ini justru akan menyulitkan nelayan sendiri,” tegasnya.
Ia menambahkan, keberagaman budaya yang hidup di Bontang menjadi bukti kuatnya nilai harmoni dan toleransi di kota taman. Pesta laut pun diharapkan menjadi ruang kebersamaan yang memperkuat identitas budaya sekaligus kesadaran lingkungan.
Di akhir sambutannya, Neni kembali mengimbau seluruh masyarakat dan pengunjung untuk menjaga kebersihan selama kegiatan berlangsung, khususnya dengan tidak membuang sampah ke laut, demi keberlanjutan lingkungan pesisir Bontang Kuala. (IR)




