KKPB Bone Kerahkan Lebih 100 Anggota, Targetkan Juara di Lomba Antar Pilar KKSS Bontang

Titikarah.com, Bontang – Kerukunan Keluarga Pemuda Bone (KKPB) menjadi salah satu pilar yang ikut ambil bagian dalam Lomba Antar Pilar KKSS Kota Bontang Tahun 2026 yang digelar di Stadion Bessai Berinta, Sabtu (22/8/2026) malam.
Sebagai bagian dari Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Bontang, KKPB mengerahkan lebih dari 100 anggotanya untuk mengikuti berbagai perlombaan. Keterlibatan tersebut menjadi bentuk komitmen keluarga Bone dalam menjaga kebersamaan sekaligus mempererat hubungan antarwarga Sulawesi Selatan di Kota Bontang.
Ketua KKPB Andi Edwin mengatakan, seluruh unsur keluarga Bone turut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, keluarga Bone merupakan salah satu kelompok masyarakat Sulawesi Selatan yang cukup besar di Kota Bontang.

“Kalau kami turunkan sebenarnya lebih dari 100 orang. Semua warga Bone wajib ikut turun dalam kegiatan ini,” kata Andi Edwin.
Ia menyebut, jumlah anggota pemuda Bone saja mencapai sekitar 300 orang. Selain KKPB, keluarga Bone di Bontang juga memiliki sejumlah unsur organisasi lainnya, termasuk kelompok keluarga dan perempuan yang turut terlibat dalam kegiatan KKSS.
Menurut Andi Edwin, keterlibatan seluruh unsur tersebut menunjukkan bahwa pilar KKSS tidak hanya menjadi wadah organisasi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan antarwarga asal Sulawesi Selatan.
Dalam Lomba Antar Pilar KKSS 2026, KKPB membawa tema “Semangat Tanpa Menyerah”. Tema tersebut menggambarkan semangat keluarga Bone yang datang dan membangun kehidupan di Kalimantan Timur, khususnya Kota Bontang.
“Semangat tanpa menyerah ini yang kami jadikan pedoman. Bagaimana orang Bone datang ke Kalimantan Timur, khususnya Bontang, dengan semangat untuk terus berjuang,” ujarnya.
Untuk mengikuti perlombaan, KKPB telah mempersiapkan anggotanya dalam berbagai cabang yang dipertandingkan, di antaranya seni peran, sepak takraw dan sejumlah permainan lainnya.
Sementara itu, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan, permainan tradisional dalam kegiatan tersebut tidak semata-mata menjadi ajang untuk mencari pemenang. Lebih dari itu, permainan rakyat menjadi sarana menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat hubungan antarmasyarakat.
“Permainan rakyat ini menghadirkan ruang perjumpaan yang humanis, melatih ketangkasan fisik, menanamkan nilai sportivitas, serta menumbuhkan tawa dan kegembiraan yang tulus,” ujarnya.
Neni berharap semangat kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan tersebut dapat terus dirawat. Menurutnya, keberagaman pilar KKSS merupakan kekuatan dalam menjaga kerukunan dan kebersamaan masyarakat di Kota Bontang.
Andi Edwin optimistis persiapan yang dilakukan mampu membawa KKPB meraih hasil terbaik. Namun, menurutnya, yang lebih penting dari hasil perlombaan adalah semangat kebersamaan dan keterlibatan seluruh keluarga Bone dalam kegiatan tersebut.
“Kami optimistis Bone bisa menyabet juara. Kami datang dengan semangat dan optimistis untuk menang,” pungkasnya.




